
Rematik sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua. Namun, kenyataannya, rematik atau rheumatoid arthritis dapat terjadi pada siapa saja, termasuk individu di usia produktif. Di Langara, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) ingin mengedukasi masyarakat tentang rematik, penyebabnya, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat.
1. Apa Itu Rematik?
Rematik adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat di sendi, menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan. Jika tidak diobati, rematik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
2. Penyebab Rematik
Penyebab pasti rematik belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan penyakit ini:
- Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan rematik dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
- Faktor Lingkungan: Paparan terhadap zat tertentu, seperti asap rokok atau polusi, dapat memicu timbulnya rematik pada individu yang rentan.
- Hormon: Wanita lebih mungkin mengembangkan rematik dibandingkan pria, yang menunjukkan bahwa hormon mungkin berperan dalam perkembangan penyakit ini.
3. Gejala Rematik yang Perlu Diwaspadai
Gejala rematik dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, tetapi beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi:
- Nyeri Sendi: Rasa sakit yang terjadi pada sendi, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat.
- Pembengkakan: Sendi yang terkena dapat terlihat bengkak dan terasa hangat saat disentuh.
- Kekakuan: Kekakuan pada sendi, terutama di pagi hari, yang dapat berlangsung selama beberapa jam.
- Kelelahan: Penderita rematik sering merasa lelah dan kurang energi.
4. Pentingnya Deteksi Dini dan Pengobatan
Deteksi dini sangat penting dalam pengelolaan rematik. Jika gejala awal diabaikan, penyakit ini dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan sendi yang lebih parah. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Pengobatan rematik biasanya melibatkan kombinasi obat-obatan untuk mengurangi peradangan dan mengelola rasa sakit. Selain itu, terapi fisik dan perubahan gaya hidup, seperti diet sehat dan olahraga teratur, juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita.
Rematik bukanlah penyakit yang hanya menyerang orang tua. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk individu di usia produktif. PAFI Langara mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan gejala rematik dan pentingnya deteksi dini. Dengan pengetahuan yang tepat dan pengobatan yang sesuai, penderita rematik dapat menjalani hidup yang lebih baik dan produktif. Mari kita tingkatkan kesadaran tentang rematik dan dukung satu sama lain dalam menjaga kesehatan!